|
Contact Service Pada Ponsel Nokia DCT3/4 |
|
|
|
|
Written by Hilman Anshori
|
|
Saturday, 05 April 2008 |
|
Kasus Contact Service pada ponsel Nokia adalah masalah yang paling sering kita temui. Dalam edisi kali ini akan dijelaskan mengenai masalah tsb. Pada Nokia DCT3 yaitu ponsel yang berciri khas layar monokrom dan ringtone monoponik, Contact service paling sering dijumpai. Jika penyebabnya software maka dapat dilakukan flashing ulang ponsel. Sedangkan jika penyebabnya hardware, umumnya kerusakan pada IC Audio (COBBA). Untuk lebih mendetailnya dapat dicek dengan menggunakan software Wintesla atau pun software lainnya seperti Griffin, MT Box, JAF dll, menggunakan menu Phone Self Test. Jika dideteksi kerusakan ada pada IC Audio (Cobba) maka dapat dilakukan penggantian pada IC COBBA tsb. Dapat pula sebelumnya dilakukan pengukuran tegangan supply untuk COBBA yaitu VCOBBA yang dikeluarkan oleh IC Power (CCONT). Kadang kerusakan ditimbulkan oleh CCONT yang tidak mengeluarkan Vcobba. Ataupun Jalur Vcobba dari CCONT menuju COBBA yang putus sehingga perlu dilakukan penjumperan.
{mosgoogle} Gbr 1. Jalur Vcobba Nokia DCT3 8210/8250 Pada ponsel Nokia DCT4, kasus ini dapat pula terjadi. Bila masalah software juga perlu dilakukan flashing ulang, sedangkan pada hardware umumnya pada module IC UEM. Juga dapat dilakukan pengecekan Phone Self Test untuk kepastiannya. Gbr 2. Report dari Phone Self Test dengan software Phoenix- MCU ROM Checksum failed : Lakukan flashing ulang ponsel, kemungkinan pula dari Flash module.
- CCONT Interface Failed : Kerusakan bisa ditimbulkan oleh CCONT
- COBBA parallel/serial failed : Kerusakan pada COBBA, Vcobba, VBB, Cobba clock.
Gbr 3. Pengukuran Cobba Clock dengan Oscilloscope- DSP alive test failed : Kerusakan pada CPU (MAD) pada bagian Data Signal Processor.
- Eeprom Tune Checksum failed : Lakukan Flashing Eeprom, Rebuild IMEI, SIM Lock, Factory Setting.
- RTC Battery Failed : Ganti Real Time Clock Battere
- UEM Cbus IF Test : Kerusakan pada IC UEM.
- PPM Validity Test : Lakukan flashing ulang terutama data PPM (Paket Bahasa)
- Sleep X Test : Kerusakan pada CPU, tidak adanya sinyal Sleep X
- Flash Checksum Faid : Lakukan Set Flash ID (Faid)
Namun hati-hati jika melakukan proses flashing pada ponsel dengan sebagian security data yang tersimpan pada MCU, seperti Nokia 7250i/6610i. Jika melakukan flashing pada ponsel tersebut yang normal, maka kemungkinan besar ponsel akan mengalami contact service yang agak sulit diperbaiki, jika belum mengetahui caranya. Namun masalah tersebut dapat diperbaiki dengan cara yang sangat mudah. Kita cukup memiliki alat flasher yang umum saja. Misalnya menggunakan JAF Box. Langkah yang harus dilakukan jika menghadapi contact service after flash pada kedua ponsel tsb. Adalah dengan melakukan Patch IMEI setelah semua proses dilakukan. Klik Tombol Patch IMEI, isi nomor IMEI yang diinginkan/sesuai back casing. Tunggu hingga proses selesai. Maka ponsel akan kembali normal seperti sedia kala. Sedangkan bagi yang tidak memiliki JAF, dan memiliki Alat flasher lainnya seperti Tornado, Griffin, MT Box, dll. Maka diperlukan file Repair Contact Service khusus untuk 7250i/6610i tsb. File sebesar 129 Kbyte ini diflash ke bagian data MCU setelah proses lainnya dilakukan. Sehabis diflash maka ponsel akan kembali normal seperti sedia kala. Gbr 4. IC UEM Nokia DCT4 {mosgoogle}
|